Kepanduan Bangsa Indonesia dalam Perkino Tahun 1941

Kepanduan merupakan karya dari Lord Baden-Powell yang didirikan pada tahun 1907, karya ini kemudian tersebar dan dapat diterima seluruh dunia karena kegiatan kepanduan merupakan kegiatan yang bersifat mendidik para pemuda untuk mandiri. Berdirinya perkumpulan Budi Utomo pada tahaun 1908 oleh Dr. Soetomo memberikan dorongan bagi tokoh pemuda Indonesia untuk berjuang memajukan bangsa dan negara Indonesia melalui perluasan pendidikan yang akhirnya bertujuan untuk memperjuangkan kemerdekaan (Kwarnas, 1987:1). Awal sejarah kepanduan Indonesia dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan mendirikan Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging (NIPV) pada tahun 1914 kemudian pada tahun 1916 Javanesche Padvinders Organisatie (JPO) yang didirikan oleh Mangkunegaran VII berdiri. Lahirnya JPO kemudian mendorong beberapa organisasi lain baik kepemudaan maupun politik pada masa pergerakan nasional untuk mendirikan organisasi kepanduan. Banyak dan berkembanganya organisasi kepanduan dimanfaatkan oleh organisasi kebangsaan untuk menyebarkan dan memperkuat kesadaraan nasional dilingkungan para pemuda Indonesia. Salah satunya adalah Organisasi Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI). KBI merupakan organisasi kepanduan yang memiliki tujuan mempersatukan seluruh kepanduan Indonesia. Perjuangan KBI untuk mempersatukan kepanduan Indonesia ternyata tidak mudah karena terkendala banyak hal dan situasi.

Perjuangan KBI untuk mempersatukan seluruh kepanduan Indonesia terwujud ketika dilaksanakan Perkemahan Kepandoean Indonesia Oemoem (Perkino) tahun 1941. Perkino merupakan suatu kegiatan perkemahan besar atau jambore yang melibatkan seluruh kepanduan Indonesia dengan tujuan persatuan.  Peneliti memilih organisasi KBI karena organisasi ini dalam perkembangannya sangat menonjol, bersifat kebangsaan dan memiliki tujuan ingin mempersatukan seluruh organisasi kepanduan di Indonesia. Alasan pemilihan Perkino tahun 1941 adalah peneliti menemukan peranan cukup besar KBI atas diadakannya kegiatan perkemahan besar tersebut. Alasan kedua, karena Perkino tahun 1941 merupakan cita-cita dari KBI dalam perjuangannya menyatukan kepanduan Indonesia. Alasan terakhir, karena Perkino tahun 1941 merupakan awal terbentuknya persatuan dan kesatuan dari beberapa kepanduan Indonesia. Adapun tujuan peneliti mengambil penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan latar belakang berdirinya organisasi Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) tahun 1930, untuk mendeskripsikan perkembangan Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) 1930-1940, untuk mendeskripsikan persiapan dan pelaksanaan Perkino tahun 1941, dan untuk mendeskripsikan peranan Kepanduan Bangsa Indonesia dalam Perkino tahun 1941.

Silanjutnya silakan download artikel-kepanduan-bangsa-indonesia

Iklan