Mengabdi Kepada Negara Lewat Batu (Profil Singkat PPCB Blitar)

Cagar Budaya, Juru Pelihara dan Blitar

Pengertian Cagar budaya dalam UU Cagar Budaya No. 11 Tahun 2010 adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan. Karena harus melalui proses penetapan, Cagar Budaya harus perlu di lestarikan. Salah satu cara pelestarian itu adalah dengan melakukan perlindungan terhadap cagar budaya itu. Aspek-aspek yang diperlukan untuk mendukung perlindungan cagar budaya adalah Penyelamatan, Pengamanan, Zonasi, Pemeliharaan, dan Pemugaran. Pada hal ini Jabatan Juru Pelihara Cagar Budaya masuk dalam aspek pemeliharaan. Juru pelihara merupakan salah satu tenaga kerja bidang cagar budaya yang mempunyai tugas memelihara, menjaga keamanan dan keselamatan cagar budaya agar tidak hilang, hancur, rusak, atau musnah. Di sini Juru Pelihara masuk dalam cara pemeliharaan cagar budaya dengan Preventif atau secara langsung sedangkan Kuratif dilaksanakan oleh Konservator atau tenaga ahli. Tugas Juru Pelihara secara Preventif adalah merawat Cagar Budaya dengan cara teknik mekanis kering, mekanis basah, pembersihan situs/ kawasan, pemeliharaan taman dan sarana-prasarananya.

Juru pelihara sama dengan juru kunci. Banyak orang yang menganggap pekerjaan sebagai juru pelihara sangat kurang menguntungkan dan dipandang sebelah mata karena hanya menjaga benda mati. Tapi itu dulu, sekarang juru pelihara menjadi tokoh yang paling sentral dan ujung tombak pelestarian cagar budaya. Pekerjaannya sangatlah mulia dan terhormat yaitu ikut serta dalam menentukan  wajah dan peradapan bangsa dikemudian hari. Sehingga menempat profesi Juru pelihara sebagai pahlawan Cagar Budaya. Mereka tak hanya menjadi juru rawat akan tetapi juga sebagai juru pandu cagar budaya yang dijaganya. Alasan mereka menekuni pekerjaan ini karena ingin mengabdikan diri mereka pada negara meski lewat batu. Batu yang dimaksud disini adalah batu bersejarah peninggalan nenek moyang, dimana sudah menjadi sebuah bangunan yang indah dan megah serta mempunyai nilai dan bisa membentuk karakter bangsa.

Hampir di setiap daerah yang memiliki cagar budaya, dan sudah pasti memiliki juru pelihara. Blitar terutama Kabupaten Blitar adalah salah satu daerah yang memiliki banyak juru pelihara cagar budaya. Banyaknya juru pelihara ini dikarenakan Blitar memiliki banyak memiliki sebaran cagar budaya yang berupa Candi, Situs dan Prasasti. Sebanyak 57 orang Juru Pelihara ditugaskan oleh negera yang diwakili Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur untuk menjaga dan merawat 32 titik cagar budaya yang ada di Kabupaten Blitar. Berikut data Cagar Budaya dan jumlah Juru pelihara di Kab. Blitar : Lanjutkan membaca “Mengabdi Kepada Negara Lewat Batu (Profil Singkat PPCB Blitar)”

Iklan