Sendang Gayam Madiun

Ditengah-tengah pusat kota ternyata terdapat sebuah mata air atau sendang. Masyarakat menyebutnya dengan Sendang Gayam. Disebut demikian karena dahulu terdapat pohon gayam disekitar sendang tersebut. 

Gayam (Inocarpus fagifer (Parkinson ex Zollinger) Fosberg) adalah jenis pohon anggota suku polong-polongan (Fabaceae) yang dapat tumbuh setinggi 20 Meter dengan diameter 4 hingga 6 meter. Nama lainnya adalah gatep (Bali dan Lombok), tahitian chestnut. Pohon ini biasa ditanam di pedesaan sebagai peneduh pekarangan dan kuburan. Pohon ini seringkali tumbuh berdekatan dengan kolam atau mata air sehingga diduga memiliki kemampuan menyerap air yang kuat dari sekitarnya. Karena anggapan itu, gayam juga merupakan salah satu tumbuhan penghijauan.[1].

20180214_134333
Sendang Gayam, Kelurahan Kartoharjo

Sendang Gayam dijadikan punden desa atau Kelurahan/Kecamatan Kartoharjo dan hingga sekarang dikeramatkan. Oleh karena itu, pada bulan suro sering diadakan selamatan bersih desa. Konon sendang ini dipercaya masih terdapat pusaka serta penunggu dengan sosok perempuan. Bahkan beberapa orang tionghoa pernah mengambil air dari sendang untuk pengobatan[2].

Akses jalan untuk ke sendang ini bernama Jalan Sendang Barat dan Jalan Sendang. Kedua Jalan ini dahulu benama Gang Sendang Gayam dan Gang Sendang Wetan dengan pemisahnya adalah Jalan Dr. Cipto. Jalan Sendang Barat merupakan lokasi sendang tersebut berada. Jalan ini menghubungkan Jalan Dr. Cipto dengan Jalan Pahlawan.

[1] https://id.wikipedia.org/wiki/gayam.

[2] Wawancara ibu isinem warga jalan Sendang Barat, Kota Madiun

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s